Matahari

Ia menghangatkan aku dengan sinarnya.

 

Yg memberikan nyaman dengan hadirnya.

Dan memberikan rasa didalam relung hati yang aku sendiri sulit untuk mengerti.

Aku masih ingat warna itu.

Hitam, Putih, Abu-abu, dan Merah.

Dan aku masih ingat sifat pemalunya itu.

Yang selalu bersembunyi dibalik tingginya sosoknya itu, yang sesekali menampakkan wajahnya yg malu-malu namun penuh rasa ingin tahu.

Tapi kini ia bersembunyi dibalik putihnya awan dan tak pernah kulihat lagi.

Aku rindu pada matahari yg pernah kujumpai pada pagi-pagi yang lalu

dan rasa itu masih ada hingga kini.

Jangan tanya aku kenapa? karna aku juga tak tau dengan hatiku.

Tapi yang pasti jika aku ditanya apa yang sedang kulakukan?

maka ku akan menjawab “aku masih mencari dan menunggu matahari itu hingga ia datang kepadaku”.